30 January 2013

GKI.S : Makna Perjamuan Kudus Dalam Ibadah

SUN, JAN 27, 2013 | 18:15:59
Pemahaman yang keliru tentang hakikat Sakramen Perjamuan Kudus mengakibatkan pemahaman yang keliru juga tentang hal-hal yang terkait dengannya. Kita perlu mengingat dan memahami kembali apa makna Perjamuan Kudus, yang bukan ajang diskon atau penghapusan dosa. Sakramen tidak ditemukan dalam alkitab, sakramen berasal dari tradisi Romawi, Sakramento, untuk dua hal :
1. Sumpah setia prajurit kepada Kaisar. Komitmen mereka untuk melayani kaisar sampai mati.
2. Digunakan ketika ada 2 orang berperkara, mana yang belum dapat ditentukan mana yang benar. Mereka menyerahkan sejumlah uang ke kuil, atau jaminan, urusannya bukan antara manusia, dan terhadap yang menang uang atau jaminan ini dikembalikan (sakramentum), janji ini bukan antara manusia saja tetapi lebih sakral dengan melibatkan dewa/dewi.
Sacramentum : sumpah setia kepada kaisar | uang tanggungan yang harus diletakan di kuil oleh 2 orang yang berperkara. Berasal dari kata sacer = kudus, perbuatan atau perkara yang kudus.
Sakramen yang di adopsi oleh gereja, memiliki pengertian Tanda dan meterai yang ditetapkan oleh Tuhan Allah untuk menandai dan memeteraikan janji Allah. Kita hanya merayakan dua sakramen (khusus Protestan), di Roma Katholik ada 7 sakramen, memang dasar pemikirannya berbeda, maka hasilnya berbeda.
Sakramen merupakan 'Tanda' memiliki suatu yang memiliki pembeda, dan 'Meterai' untuk meneguhkan, menguatkan dan menjamin bahwa ia milik Tuhan. Tanda dan meterai yang ditetapkan oleh Tuhan Allah untuk menandai dan memeteraikan janji Allah bahwa karena korban Kristus di Kayu saling kita yang percaya dianugerahi pengampunan.
Simbol tidak identik dengan realitas, misalkan simbol babtisa kudus adalah air, apakah jumlah airnya banyak atau sedikit, atau babtisan selam, semua maknanya SAMA, karena hanya simbol. Simbol dalam perjamuan kudus ada Roti dan Air Anggur, dan itu hanya simbol yang sangat penting.
Perjamuan kudus juga merupakan Peringatan, di lain pihak PK juga merupakan harapan/komitmen (diingatkan kembali).
Transubstansiasi dalam ibadah Roma Katholik : terjadi perubahan substansi roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Perjamuan kudus sebagai tanda, sebagai meterai (apa yang Tuhan janjikan itu Benar). 19:10:54

20 January 2013

GKI.S : Allah yang memperlengkapi hidup

18:29:37
Kutipan Yohanes 2:7 - Yohanes 2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.

Maria memerintahkan karyawan2 untuk mendengarkan apa yang dikatakan Yesus, dan Yesus menuruti apa yang dikehendaki oleh Ibunya, untuk memenuhi anggur yang sudah mulai habis.

Firman Allah bukan hanya untuk didengarkan, tetapi Firman itu juga mau mendengarkan kita (sebagaimana Tuhan Yesus adalah Firman, mau mendengarkan Maria).

Kehidupan yang normal-normal saja, sederhana dan tak berkelimpahan, tak sakit, bahwa hidup kita yang normal ini, semua ini karena ada Tuhan dibalik hidup kita yang terus berkarya dalam kehidupan kita, tanpa kita sadari. Seperti pesta di Kana Galilea, sebuah pesta yang sederhana, ada Juruslamat yang berperan menjadikan pesta itu berlangsung baik (hingga akhirnya). Semua kegagalan yang bisa berbalik normal dalam hidup kita, sesungguhnya Yesus berperan dibalik kehidupan kita, menutupi kekurangan kita, menyempurnakan hal yang tak sempurna dalam hidup kita.

Tapi dengan perstiwa ini, kita harus mencontoh sikap juruslamat, karena Allah yang telah memperlengkapi hidup kita. Kita harus mendengarkan, tidak hanya mau didengar oleh orang lain. Seperti bencana banjir saat ini, kita harus ingat bahwa kita memiliki Juruslamat yang mengubah air menjadi anggur, Dia sudah memperlengkapi segala kehidupan kita.

Jangan menganggap hidup kita biasa-biasa saja, tapi sadarlah bahwa hidup kita yang biasa2 ini ada Yesus yang telah bekerja luar biasa (memperlengkapi hidup kita) yang oleh karenanya hidup kita menjadi Normal - karena KasihNya. 18:42:56
rgs-m

06 January 2013

GKI.S : Menapak Tilas Para Majusi

Peringatan hari raya Epifania, tepat 6 januari 2013, adalah hari raya dimana Tuhan menampakkan dirinya kepada dunia, tidak hanya kepada orang2 yahudi. Merupakan penampakkan dimana Bukti Allah menjadi manusia, dan Tuhan mau menyelamatkan dunia. Penampakan ini dikaitkan pada saat orang2 Majus berjumpa dengan Bayi Yesus, mereka mau mempersembahkan bukan hanya harta miliknya, melainkan juga dirinya.


Para Majus diperkirakan oleh para tafsir, tidak menempuh perjalanan yang mudah, singkat dan tanpa tantangan, sehingga perjalanan ini menciptakan para Majus menjadi rendah hati, karena bukan karena Aku-nya maka mereka (para majus) yang adalah raja, berhasil bertemu dengan bayi Yesus. Diperkirakan para majus bertemu Tuhan Yesus diperkirakan ketika Yesus sudah berumur 2 tahun (maka ada cerita pembantaian, anak2 bayi yang diperkirakan masih anak bayi).


Sekembalinya mereka pulang, para Majus tidak kembali menemui Herodes. Karena mereka menginginkan dunia diselamatkan olehNya.

Apakah kehadiranNya sudah kita rasakan? Apakah kita meletakkan pengharapan kepadaNya, apakah dengan kelahirannya, kita benar2 sudah menyerahkan pengharapan diri kita ke dalam tanganNya? Inilah perenungan besar yang harus kita sadari, bahwa penampakkan Yesus di dunia adalah untuk menyelamatkan kita dunia).

Hari minggu pertama 2013 merupakan hari minggu Epifania, sebagai minggu yang membimbing jalan dan hari kita di 2013 untuk hari2 selanjutnya.

Pdt.RAH
rgs-m

04 January 2013

Catatan Di-Penghujung hari [Senin] 31 Desember Tahun 2012

@ GKI Samanhudi : [Yesaya 43 : 2-3] Tuhan mampu melakukan apa saja
bahkan terhadap apa yang tidak kita percaya, Ratapan 3 : 22 tak
berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habis rahmatnya. Oleh
karenanya pengharapan kita kepada Tuhan tidak boleh habis dan
berkesudahan. Apapun yang menimpa kita, baik kesusahan, kesedihan, terus
kita harus berharap kepada Tuhan. Segala yang ditimpakan kepada kita,
sesungguhnya mengarahkan agar kita terus berharap kepada Tuhan, karena
Tuhan pasti memberikan suatu yang Indah dan pasti Indah kepada kita.
Termaksud seperti [pada malam ini] kita bisa sampai di penghujung tahun
2012, bukankah ini suatu keindahan luar biasa yang Tuhan telah berikan
kepada kita. Disinilah kita harus memasrahkan diri 100% kepada Tuhan
dalam segala hal. Seperti syair lagu Kidung Jemaat 408 [di jalan ku di
iring] oleh James F. Crosby, yang telah menciptakan +/- 8000 buah lagu,
maka seperti lirik lagu itulah kita menyerahkan diri dan berharap kepada
Tuhan.

Salah satu dimensi terpenting dalam kehidupan manusia adalah HARAPAN.
Walau terkesan Tuhan itu diam [Deus Apskonditus, sehingga muncul
pertanyaan yaitu Tuhan yang tidak hadir (absen)], sehingga muncul
sangka-an Tuhan hilang lenyap, demikian juga dengan harapan kita. Tidak
demikian, karena kasih Tuhan tidak pernah berkesudahan. Sudut pandang
dari kitab Ratapan mengajak kita berfikir dari sudut pandang yang
berbeda [malah kita harus berharap kepada Tuhan]. Kekeliuran terbesar
kita memandang Tuhan, maka kita selalu mengalami kekecewaan, karena
manusia selalu berfikir terhadap persoalan-persoalan hidup [kedagingan]
yang kita alami. Kasih Tuhan itu senantiasa ada dalam SUKA maupun DUKA,
semua BAIK bagi kita. Sehingga ingatlah Kasih Tuhan itu akan senantiasa
dan tidak berkesudahan sejak kita lahir dan sejalan dengwaktu kehidupan
kita. DIA memakai suka dan duka dalam kehidupan kita, jangan terlalu
menggugat Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah menanti dengan tenang
dan diam [apabila sedang mengalami kekacauan]. Mengenai apa yang Tuhan
mau lakukan dalam kehidupan kita [Roma 8:28]. Kita menanti bukan kepada
sebuah pengharapan yang tidak pasti, kita dekat Tuhan maka segala
kebaikan itu semakin mendekat pula kepada kita, merangkulnya sebagai
suatu langkah kebaikan. Rahmat Tuhan selalu ada hingga saat ini, di
penghujung tahun 2012. Karena imanlah maka kita tak pernah kecewa dan
mengerti apa kebaikan serta maksud Tuhan dalam menjalani kehidupan yang
indah ini.

19 December 2012

Selamat Natal + Banyak Senang + Sukacita



Ada beberapa aktivitas natal [pribadi] yang saya lakukan menjelang Natal 25 Desember 2012 ini, semoga menjadi cerita lucu + unik atau bahkan sama sekali tidak memiliki kesan :-) Saya sempat menghimpun beberapa lagu-lagu natal yang mungkin mencerminkan suasana-hati saya, walaupun saya yakin LAGU ini tidak akan pernah mampu meng-expresikan suasana hati saya menjelang peringatan hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus, namun saya yakin para pencipta bermaksud menyampaikan pesan natal untuk tetap menciptakan dan mempertahankan damai-dibumi bagi seluruh mahluk hidup yang merupakan ciptaanNya [tanpa terkecuali].
Natal kali ini berbeda dengan natal yang pernah terjadi 25 Desember 2011 lalu, ada kegembiraan, senyum & ketawa yang bisa tercipta pada sebuah rumah kecil, nyaman dan berbahagia di Asembaris Raya [Tebet] walaupun di tahun ini kita bisa tetap menyambut Natal dengan gembira dan bersuka-cita, namun suasananya sudah berbeda dan memang KehendakNya.
Tahun ini ada yang tidak biasa saya lakukan tetapi saya lakukan, di era 3G sekarang ini banyak orang mengirim ucapan selamat natal melalui email, sms atau melalui jaringan sosial lainnya, tapi tahun ini saya menyempatkan membeli sebuah pohon-natal-mini yang terbuat dari kardus – entah gagasan apa, siang itu 18 Desember 2012, Enrico Halim yang akrab saya panggil Pak Halim, memberikan hadiah berupa 3 [tiga] buah pohon-natal-mini-kardus, yang menurut saya memiliki keunikan tersendiri ketika saya melihatnya, dan langsung saya meminta Pak Halim untuk menuliskan [dengan tulisan tangannya] untuk ke-tiga anak-anak saya diatas pohon-natal-mini ini. 

Karena unik, saya tertarik untuk membeli pohon ini untuk saya kirimkan kepada teman-teman, sahabat, dan juga kolega [RGS+Mitra] yang merayakan Natal di tahun ini. Apa sih uniknya pohon ini [1] Terbuat dari kardus | [2] Bisa disusun seperti knock-down, bisa dilepas pasang & dimasukan amplop | [3] Dibuat dalam media yang kecil, dan di-desain secara sederhana, namun langsung mencerminkan adanya makna Natal dalam hati kita.
Dalam sudut pandang yang lain, saya sendiri mengkritik ucapan hari raya yang sering kita kirimkan secara massal melalui sms, email atau jaringan sosial, sehingga terkesan tak ada kesungguhan hati kita untuk mengucakan selamat-hari-raya kepada sesama-kita, karena semua ucapan terkirim masal, tanpa ekepresi [rasa], dan sangat terkesan ‘dingin atau hampa’. Dengan keinginan untuk memperbaiki fenomena ini, saya terbesit untuk mengirimkan kartu-kartu natal kepada satu orang yang sangat saya cintai [pemikiran ini terbesit begitu saja] tapi isinya bukan kartu natal, melainkan pohon-natal-mini yang tersimpan di sebuah amplop [yang sederhana]. Akhirnya sejak 19 Desember 2012 bisa  kirim ke teman, sahabat dan kolega yang merayakan natal, biarlah pohon-natal-mini ini merupakan simbol pesan dari saya agar Natal mengingatkan kita akan adanya Kelahiran Yesus Kristus, suka-cita, kedamaian, cinta-kasih ada dan terus tumbuh diantara kita dari tahun-ketahun. Belum sampai 1 tahun dari Natal tahun lalu, saya masih merayakan dan mengucapkan natal kepada orang yang saya cintai, dan saat ini saya sadar karena tidak bisa mengirimkan pohon-natal-mini ini kepada orang yang saya sayangi. Selamat menyambut Natal + Banyak senang + sukacita + damai sejahtera di hati kita semua.





10 December 2012

Babtipsan [GKIS-25 November 2012]

Babtipsan : mengekspresikan diri kepada publik bahwa kita ini adalah milik Kristus. Ekspresi ini berupa tindakan [kepada publik] atas Iman, yang dapat dilakukan dalam berbagai macam bentuk. Seorang anak dibabtis karena anugerah Allah yang di-ekspresikan oleh keluarganya [orang-tuanya]. Kisah Para Rasul 2 : 39. Babtisan itu berdasarkan perjanjian kepada Allah - berupa janji!. Akal budi pemikiran, tidak boleh menjadi syarat agar orang itu dibaptis.

1.       Baptis menjadi tanda keluar / dimeteraikan. Kita mati bersama Kristus dan kita bangkit menjadi milik Kristus [Roma 6]. Baptisan merupakan meterai / tanda, bahwa saya Milik Allah secara publik [kepada umum].

2.       Baptisan merupakan sebuah proklamasi publik, bukan cuma sekedar ritual gereja atau ntuk memenuhi aktivitas gereja.

3.       Baptisan merupakan tanda bahwa kita adalah anggota Gereja

Baptisan Roh.

1.       Gereja tertentu membedakan baptisan air dan baptisan Roh. Baptisan Roh manifestasinya adalah bahasa Roh

2.       Kita menolak [GKI] Kis. Rasul 2, sebab baptisan air dilakukan dalam nama Bapak, Anak & Roh Kudus [Matius 28 : 19 | 1 Koritus 12 : 13]

Jadi bahasa Roh dalam Alakitab [yang dimaksud adalah] bahasa asing. Bahasa roh tidak spektakuler / expresif, namun yang dipenuhi oleh bahasa roh kudus pertama [dalam] alkitab ada di Keluaran 31 : 1-3, yang bernama Besalia, dibawah / dipimpin oleh bayangan Allah, dia adalah tukang yang penuh tanggung-jawab dengan ketaatan kepada Allah, dibawah tuntunan Allah / dibawah Roh Allah. Kita dibaptis dalam nama Bapak, Anak dan Roh Kudus [Tritunggal dan bukan Terpisah].

Cara pembaptisan yang kita lakukan hanyalah dipercik. Baptis / baptiso artinya membersihkan, membawa obyek ke dalam air, membawa air kepada obyek [percik]. Membawa air kepada objek merupakan pilihan GKI, adalah untuk membersihkan, tetapi dengan cara yang ke-3 yaitu hanya melakukan percikan.

3.       Tidak ada ayat manapun yang menjelaskan babtisan adalah melalui selam

4.       Kasus Baptisan Yesus [Markus 1 : 9-10], baptisan sida-sida [Kis. 8 : 36-39], baptisan Yohanes [1 Yoh. 1 : 25] Nubuat PL tentang baptisan yang dillakukan Mesias, Elia atau Nabi [Yehezkiel 44 : 3, Yehezkiel 36 : 25-27. Pencurahan air dari atas ke bawah, 2/ Roh Kudus bekerja 3/ memperbaharui.

Catatan ibadah GKI-S tanggal 25 November 2012 – mohon maaf kalau catatan ga lengkap atau ayat alkitab tercantum tidak sempurna, karena saya hanya mencatat dari Kotbah Pendeta, dan saya bukan pendeta, yang hanya ingin sharing catatan pribadi Kristiani yang saya percaya.

13 February 2012

Komitmen Pernikahan


Komitmen berarti perjanjian untuk melakukan sesuatu yang melibatkan semua aspek kehidupan dalam pernikahan seumur hidup secara bersama-sama dan saling terikat satu dengan yang yang lainnya.
Menurut Elizabeth Achtemeier, pernikahan Kristiani seharusnya mempunyai komitmen dalam enam hal sbb:
1.     Komitmen secara total. Artinya pasangan suami-isteri menyerahkan diri secara menyeluruh dalam hubungan pernikahan sehingga apapun yang terjadi, pasangan ini berkomitmen mempertahankan keutuhan pernikahan mereka. Dedikasi secara total berarti,"aku akan tetap bersamamu, bila terjadi hal-hal yang tidak menguntungkan. Prinsip komitmen ini: Saya dapat melaksanakan semua ini dengan bantuan Kristus yang selalu menyertai kita berdua.
2.     Komitmen untuk menerima. Dimana suami-isteri mau menerima pasangannya secara utuh, termasuk semua kelebihan dan keburukannya. Pasangan kita tidak harus menyerupai kita. Pasangan kita adalah image of God yang unik dan tidak pernah sama dengan kita. Pasangan kita punya hak untuk berbeda dengan kita kita dan harus dihargai.
3.     Komitmen secara eksklusif. Suami isteri tidak boleh dibagi dengan orang lain, tidak boleh ada campur tangan dari pihak ketiga. Dalam hal ini Tuhan memerintahkan  suami isteri tidak terlibat dengan perzinahan (roma 1:26-27 dan Keluaran20:14). Dalam komitmen ini pasangan bersatu dalam satu tubuh, jiwa, pikiran dan roh
4.     Komitmen yang terus-menerus. Menyadari bahwa mereka sudah satu daging. Seiring dengan bertambahnya tanggungjawab untuk anak-anak dan banyaknya kegiatan mungkin akan membuat komitmen jadi kendor atau berkurang. Karena itu dibutuhkan komitmen yang terus menerus diperbaharui mengacu kepada kasih Kristus yang selalu setia, sekalipun kita mungkin berubah-ubah. Dia tetap setia mengasihi kita.
5.     Komitmen yang bertumbuh. Suatu komitmen yang berkembang seiring dengan tingkat kematangan rohani pasangan tersebut. Saling memperhatikan pasangannya, peka terhadap pasangannya, mau berkorban dan menjaga harga dirinya sendiri. Ada waktu khusus untuk berbagi rasa.
6.     Komitmen yang berpengharapan. Komitmen yang tidak pernah putus harapan dengan cara memberikan diri sendiri kepada pasangan kita dalam kasih seperti Kristus sendiri memberi diriNya sehingga kita dapat berpengharapan. Komitmen ini diperlukan agar pasangan ketika menghadapi kesulitan,tetap saling memberi semangat dan berharap pada Kristus.
Dengan komitmen diatas, diharapkan pernikahan akan mampu melewati setiap badai yang menerpa. Wals ; sumber sahabat-kristen@yahoogroups.com - Januari 2012

10 January 2012

Index Artikel Gereja 2011-2012

  1. GKI-S 9 Desember 2012 : Teologi Kemakmuran : Hidup antara Berkat dan Kutuk
  2. GKI-S, 2 Desember 2012 : Consumers or Communers ? [antara ke gereja atau 'menggereja'] 
  3. GKI-S 25 November 2012 : Anggota Gereja | Fungsi dan Tugas Anggota Jemaat GKI
  4. GKI-S - 26 Agustus 2012 : Berbagi
  5. GKI-S 12 Agustus 2012 : Keserakahan
  6. GKI-S 5 Agustus 2012 : Menjadi Saluran Berkat 
  7. GKI-S 15 Juli 2012 : Bursa Musik [Pelayan, Juragan atau Politikus?]
  8. GKI-S 8 Juli 2012 : Musik dan Kehidupan Kita
  9. GKI-Ngupasan 1 Juli 2012 : Imam Yang Memulihkan
  10. GKI-S 17 Juni 2012 : Satu-Satunya Jalan
  11. GKI-S 10 Juni 2012 : Yesus Kristus atau Kristus Yesus? [Bagian 2]
  12. GKI-S 13 Mei 2012 : Dikuduskan Supaya Berbuah
  13. GKI-S 15 Mei 2012 : Kebangkitan Dan Amanat Agung Kristus : Menghayati Yohanes 20:19-23
  14. GKI-S 6 Mei 2012 : Api yang berkobar-kobar
  15.  GKI-S 8 April 2012 :  Kebangkitannya Menyingkap Integritas Allah Dalam Wajah Kemanusiaan : Gereja Melawan Korupsi
  16. GKI-S 1 April 2012 : Menapaki Jalan Penderitaan 
  17. GKI-S 25 Maret 2012 : Kasih Yang Membangun Komitmen
  18. GKIS 18 Maret 2012 : Kasih yang membangun Tanggung Jawab 
  19. GKI-C 4 Maret 2012 : Perjalanan Penderitaan
  20. GKI-S 15 Januari 2012 : Liturgi Minggu GKI Berhimpun, Bagian Pertama : Berhimpun
  21. GKI-S 8 Januari 2012 : Liturgi Perjamuan Kudus GKI
  22. GKI-C 1 Januari 2012 : Doa Awal Tahun
  23. GKIS-25 Desember 2011 : Pesta Natal Adalah Pesta Allah
  24. GKIS 6 November 2011 : Gereja dan Keluarga
  25. GKIS 30 Oktober 2011 : Nemo Dat Quod non Habet 
  26. GKIS - 9 Oktober 2011 : Kunci Usbu

08 February 2011

Pedagang Strawbery - 5 Februari 2011










Kasih Itu Lemah Lembut

Andai kata kulakukan
Yang luhur mulia
Jika tanpa kasih cinta
Hampa tak berguna
Kasih itu lemah lembut
Sabar sederhana
Kasih itu murah hati
Rela menderita
Ajarilah kami
Bahasa cinta-Mu
Agar kami dekat pada-Mu
Ya Tuhanku
Ajarilah kami
Bahasa cinta-Mu
Agar kami dekat pada-Mu
Ya Tuhanku

03 January 2011

Apakah anda mau melahirkan anak di kandang Hewan?

Mama saya melahirkan saya di RS-Jakarta Pusat, saya ga tau apakah saat itu ada dokter spesialis kandungan atau enggak, yang pasti ditangani oleh seorang Dokter di RS. Setelah saya menikah, Isteri saya melahirkan :
  1. anak pertama di RS-Jakarta Barat : 9 bulan konsultasi & lahir dibantu oleh dokter spesialis kandungan
  2. anak kedua di RS-Jakarta Selatan : 9 bulan konsultasi & lahir dibantu oleh dokter spesialis kandungan
  3. anak ketiga di RS-Jakarta Selatan : 9 bulan konsultasi & lahir dibantu oleh dokter spesialis kandungan
Note : ketika masing-masing anak lahir, dikunjungi oleh sahabat & sanak-saudara terdekat, paling banter orang penting yang dateng cuma Pendeta yang memimpin kebaktian kecil dan berdoa.
Bandingkan : Ia lahir hanya dikandang ternak saja, tapi ada bintang bersinar cemerlang diatasnya, dan 3 bangsawan kaya dari negara Timur datang menyembah dia. (Matius 2:11). Apakah anda berkenan melahirkan anak anda di kandang kambing, kandang kerbau atau kandang ayam?
Ayo merendahkan diri dihadapan-NYA + rendahkanlah hati kita dihadapan sesama manusia, dan terus bersukacita + mengucap syukur untuk segala peristiwa yang sudah kita alami dan sangat membahagiakan hingga saat ini. Karena itu, Yesus-lah yang harus menjadi fokus utama mengapa kita merayakannya.
Selamat Natal - Desember 2010 - Robaga Gautama Simanjuntak & Keluarga

12 July 2010

hendaknya kita senantiasa rendah hati

"Adakah kapak memegahkan diri terhadap orang yang memakainya, atau gergaji membesarkan diri terhadap orang yang mempergunakannya? seolah-olah gada menggerakkan orang yang mengangkatnya, dan seolah-olah tongkat mengangkat orangnya yang bukan kayu!"
(Yesaya 10:15).

Kutipan ini hemat saya merupakan sindiran bagi apa yang terjadi dalam hidup sehari-hari yaitu `penjungkir-balikan' aneka fungsi atau jati diri, sebagai contoh uang mengendalikan orang yang memilikinya, mobil atau harta benda-harta benda menguasai orang yang memilikinya, dst.. , dengan kata lain tanpa uang, tanpa harta benda/mobil dst.. orang dapat gila, stress, putus asa atau frustrasi. Aneka macam jenis harta benda adalah sarana bukan tujuan, dan manusia berada di atas harta benda bukan di bawahnya, menguasai bukan dikuasai. Kutipan di atas ini juga mengingatkan kita semua bahwa hendaknya jangan menjadi sombong ketika kita menjadi pandai, kaya akan uang maupun harta benda, memiliki aneka jabatan dan kedudukan atau fungsi, dst,,, melainkan hendaknya semakin menjadi rendah hati. Ingatlah dan hayatilah bahwa segala sesuatu yang kita miliki, kuasai dan nikmati sampai saat ini adalah anugerah Allah, yang kita terima melalui siapapun yang telah berbuat baik kepada kita, mengasihi kita, hidup dan bekerja bersama kita, dst… `Semuanya adalah anugerah'/'everything is given', itulah kebenaran yang ada, maka hendaknya kita senantiasa rendah hati, tidak sombong. Mereka yang sombong berarti tidak atau kurang beriman, dan pada umumnya bersikap mental materialistis, gila akan harta benda/uang, pangkat/kedudukan dan kehormatan duniawi, maka ketika tanpa uang, pangkat/kedudukan dan kehormatan duniawi tinggal `gila' nya saja. Pengamatan menunjukkan bahwa cukup banyak orang stress, sinthing/gila, frustrasi berat ketika kehilangan harta benda/uang, pangkat/kedudukan atau kehormatan duniawi. Sekali lagi kami berharap kepada para orangtua untuk menjadi teladan dalam hal kerendahan hati bagi anak-anaknya, hidup penuh syukur dan terima kasih.

Dari milis [SahabatKristen] 14 Juli - SahabatKristen@yahoogroups.com
Selasa, 13 Juli, 2010, 1:43 PM

18 August 2009

Hukum Timbal Balik - (Law of Reciprocity)

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi ; dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum ; ampunilah maka kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi ; suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. (Lukas 6:36-38).

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:39b). Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka (Matius 5:12). Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (Galatia 6:7-9).

Dunia menganggap prinsip ini sebagai kebodohan. Orang dunia cenderung berusaha mengambil apa yang bisa kudapatkan dari hubungan ini, apa keuntungan yang akan kuperoleh dari usaha ini, dan sebagainya. Namun, Tuhan mengatakan : Beri - bahkan pada saat kita kekurangan. Ingat Ishak yang terus menabur di tanah yang dilanda kelaparan, dan ia menuai seratus kali lipat pada tahun itu juga. Memberi adalah sesuatu yang sangat mendasar - dan berlaku baik secara jasmani maupun secara rohani. Kita harus memberikan diri kita, waktu kita, uang kita. Perpuluhan memperlihatkan bagaimana Allah memandang serius hal memberi ini (lihat Maleakhi 3:7-10).

Tuhan memiliki segala sesuatu, Ia sebenarnya sama sekali tidak memerlukan perpuluhan dan persembahan kita. Namun, kalau kita ingin mendapatkan kelimpahan yang terdapat dalam Kerajaan Surga, kita harus terlebih dahulu memberi. Dan kita akan menerima kembali: 3.000 persen, 6.000 persen, 10.000 persen. Tuhan menegaskan: "Ujilah Aku." Berilah, maka Anda akan diberi. Prinsip ini tidak akan gagal. Kita hanya perlu mulai menerapkannya secara pribadi, dalam keluarga, perusahaan, bangsa. Bayangkan bagaimana masa hidup kita bila kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin mereka memperlakukan kita.

Sumber: Pat Robertson, The Secret Kingdom, Nashville, Camden, New York: Thomas Nelson Publishers, 1982.

25 June 2009

Secercah Harapan Kebahagiaan

Secercah Harapan Kebahagiaan / A Wish of Happiness
Teks asli judul ini saya dapat dari Warta Jemaat GKI-Samanhudi 14 Juni 2009. Setelah membaca judul teks ini, saya berpendapat bahwa, "kalau orang jalanin hidup baik-baik, pasti dia akan bahagia, selesai! Ga usah mikir buat salah, ga usah berencana untuk berbuat melawan hukum, pasti bisa bahagia, atau kalimat mudahnya, jika anda mematuhi dan menghormati hukum, pasti hidupmu bahagia.

Sekilas saya baca, saya berpendapat bahwa, si penulis ga kreatif amat sih, koq tulisannya singkat banget? Karena kalau dihitung hanya 6 Point pesan yang disampaikan.
Tapi aneh, sekali baca memang ga bermakna, tapi sekali direnungkan maknanya mendalam yah.
Apa benar maknanya mendalam???
Pertanyaan inilah yang menantang saya untuk meng-neliti ke-6 point point tadi, yang saya coba dengan cara mengirimkan ke-6 point pesan tadi melalui media elektronik, dan menunggu respon balik dari si-pembaca.
Pertama :
Saya send via sms ke-6 point tadi sekaligus, ke salah satu sahabat, dan langsung di respon, "thanks ya Ga, tapi maaf ga gue ga ngerti beginian" => saya berkesimpulan, wah kalau dibaca sekaligus si-pembaca bisa langsung Error nih [bingung] atau juga bisa males baca, karena mungkin ga ada uraiannya. Okelah pakai cara berikut ; Kedua : Saya coba salin satu-persatu teks tadi pada status facebook saya, dengan jeda waktu berbeda, atau saya tuliskan pada wall seorang teman baik saya. Cara nulis-pun saya puter balik, jadi tidak sesuai hierarki teks yang saya kutip, dan saya tambahkan komentar santai dengan menggunakan bahasa Indonesia sehari-hari + sedikit bercanda => dan hasilnya? Mungkin kalau dikasih nilai bisa dapet ponten 75 keataslah, karena si-pembaca, langsung memahami maksud teks tersebut, dan langsung merespon dengan cara memberi komentar singkat bahkan ada pula yang memberikan respon dengan cara mengirimkan massage ke inbox-fb saya :-) Walau ada yang merespon becanda tapi saya mengerti respon itu positif. Secara pribadi saya merasa berbahagia, karena bisa menyampaikan informasi ini sebagai suatu cara sederhana untuk meraih kebahagiaan :-)
Biar tidak kepanjangan..... saya menggabung semua teks ini pada gambar [dibawah] agar teman2 lain bisa membaca teks ini secara menyeluruh.
Ada 1 pesan yang saya ingat, dan selalu saya coba terapkan, agar kita menerapkan segala sesuatunya dengan cara yang sederhana namun bisa meraih yang istimewa.
Saya yakin, kutipan teks ini sederhana dan pasti bisa mengantar kita kedalam suatu kondisi yang istimewa..... gampang kah?
nah ini perlu pengalaman + observasi sendiri yah....


Thanks yah Bu Pendeta sudah berkenan menterjemahkan teks yang sangat bermanfaat ini.
Salam hormat.

RGS - 24 Juni 2009

13 June 2009

Kekuatan Pengampunan Dimuka Hukum

Seorang wanita berkulit hitam yang telah renta dengan pelahan bangkit berdiri di suatu ruang pengadilan di Afrika Selatan. Umurnya kira-kira 70, di wajahnya tergores penderitaan yang dialaminya bertahun-tahun. Di depan, di kursi terdakwa, duduk Mr. Van der Broek, ia telah dinyatakan bersalah telah membunuh anak laki-laki dan suami wanita itu.
Beberapa tahun yang lalu laki-laki itu datang ke rumah wanita itu. Ia mengambil anaknya, menembaknya dan membakar tubuhnya. Beberapa tahun kemudian, ia kembali lagi. Ia mengambil suaminya. Dua tahun wanita itu tidak tahu apa yang terjadi dengan suaminya. Kemudian, van der Broek kembali lagi dan mengajak wanita itu ke suatu tempat di tepi sungai. Ia melihat suaminya diikat dan disiksa. Mereka memaksa suaminya berdiri di tumpukan kayu kering dan menyiramnya dengan bensin. Kata-kata terakhir yang didengarnya ketika ia disiram bensin adalah, “Bapa, ampunilah mereka.”
Belum lama berselang, Mr. Van den Broek ditangkap dan diadili. Ia dinyatakan bersalah, dan sekarang adalah saatnya untuk menentukan hukumannya. Ketika wanita itu berdiri, hakim bertanya, “Jadi, apa yang Anda inginkan? Apa yang harus dilakukan pengadilan terhadap orang ini yang secara brutal telah menghabisi keluarga Anda?”
Wanita itu menjawab, “Saya menginginkan tiga hal. Pertama, saya ingin dibawa ke tempat suami saya dibunuh dan saya akan mengumpulkan debunya untuk menguburkannya secara terhormat.” Setelah berhenti sejenak, ia melanjutkan, “Suami dan anak saya adalah satu-satunya keluarga saya. Oleh karena itu permintaan saya kedua adalah, saya ingin Mr. Van den Broek menjadi anak saya. Saya ingin dia datang dua kali sebulan ke ghetto (perumahan orang kulit hitam) dan melewatkan waktu sehari bersama saya hingga saya dapat mencurahkan padanya kasih yang masih ada dalam diri saya.”
“Dan, akhirnya,” ia berkata, “permintaan saya yang ketiga. Saya ingin Mr. Van den Broek tahu bahwa saya memberikan maaf bagi dia karena Yesus Kristus mati untuk mengampuni. Begitu juga dengan permintaan terakhir suami saya. Oleh karena itu, bolehkah saya meminta seseorang membantu saya ke depan hingga saya dapat membawa Mr. Van den Broek ke dalam pelukan saya dan menunjukkan padanya bahwa dia benar-benar telah saya maafkan.”
Ketika petugas pengadilan membawa wanita tua itu ke depan, Mr. Van den Broek sangat terharu dengan apa yang didengarnya hingga pingsan. Kemudian, mereka yang berada di gedung pengadilan – teman, keluarga, dan tetangga – korban penindasan dan ketidakadilan serupa – berdiri dan bernyanyi "Amazing grace, how sweet the sound that saved a wretch like me. I once was lost, but now I'm found. 'Twas blind, but now I see. (Anugerah yang ajaib, sungguh merdu suara yang telah menyelamatkan orang yang malang seperti saya. Saya pernah hilang, tetapi sekarang saya ditemukan. Saya pernah buta, tetapi sekarang saya melihat).“

from: my love rss - Friday, June 12, 2009 6:26 PM

Source :
http://pentas-kesaksian.blogspot.com

RGS : akankah manusia dan hukum berkenan untuk menerapkan pembebasan sanksi terhadap seorang tersangka/terdakwa, karena ada pengampunan yang diberikan oleh keluarga korban? silahkan anda renungkan, arti pentingnya pengampunan, yang sesungguhnya bisa menciptakan damai sejahtera diseluruh muka bumi.

11 June 2009

If You

If you never felt pain, Then how would you know that I am a Healer?


















If you never had to pray, How would you know that I am a Deliverer?













If you never had a trial, How could you call yourself an overcomer?














If you never felt sadness, How would you know that I am a Comforter?















If you never made a mistake, How would you know that I am a forgiver?














If you knew all, How would you know that I will answer your questions?














If you never were in trouble, How would you know that I will come to your rescue


















If you never were broken, Then how would you know that I can make you whole?


















If you never had a problem,How would you know that I can solve them?












If your life was perfect, Then what would you need me for?


















If you never went through the fire, Then how would you become pure?


















If I gave you all things, How would you appreciate them?


















If I never corrected you, How would you know that I love you?














If you had all power, Then how would you learn to depend on me?













If your life was perfect, Then what would you need me for?















The massage from my "rss" @ Monday, April 13, 2009 2:37 PM

10 April 2009

Selamat-Paskah 2010





Tidak ada yang lebih membahagiakan selain kita memaafkan dan saling mengampuni, jika dalam hukum dikenal azas resiprositas [atau azas pembalasan] yang terkadang manusia bisa membalas lebih dari kesalahan karena kerugian yang telah dilakukan oleh orang lain, maka tidak demikian dengan DIA, yang bahkan terhadap orang2 yang bersalah kepadaNya sekali-pun ia berkenan untuk menebus dan mengampuni kesalahan manusia. Semata-mata demi mempertahankan eksistensi perdamaian & cinta-kasih yang tulus.
Selamat Merayakan Paskah - RGS & Mitra

22 March 2009

Meditasi Ala Kristiani - Tuhan Ingin Kita Tenang

Amsal 14:30 Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.
Yesaya 38:16 Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

Banyak sekali pro dan kontra seputar meditasi. Ada yang bilang sesat dan ada pula yang bilang baik sekali untuk kehidupan yang lebih baik. Manusia dikaruniai TUHAN pikiran, pikiran terkati dengan kerja otak. Otak adalah bagian paling penting dalam tubuh manusia, ia adalah kapten dari seluruh organ tubuh.
Seberapa mampu manusia menguasai pikirannya maka sejauh itu pula ia akan mengalami hidup yang lebih optimal. Ketenangan pikiran adalah sesuatu yang sangat krusial, ketenangan adalah kebutuhan pokok bagi pikiran dan perasaan anda. Banyak sekali Firman Tuhan yang mendukung tentang betapa pentingnya kita memiliki ketenangan dapat anda baca dibawah ini. Pikiran yang tidak tenang akan membuat segala sesuatunya kacau, tubuh menjadi lemah, berbagai penyakitpun muncul. Bahkan menurut fakta, 75 persen penyakit yang dialami manusia disebabkan oleh pikiran (dikenal sebagai penyakit HIPOKONDRIA). Pikiran memiliki beberapa fase gelombang.
  1. Beta. Pikiran sedang bekerja optimal, ketika anda sedang menghitung, berbicara, memperhatikan dengan seksama, menganalisa, mengingat, menghitung dan lain-lain.
  2. Alpha. Kondisi anda sedang melamun, termenung, pikiran sedikit tenang, menghayati lagu, beribadah dengan khusuk, menyendiri, dan kondisi lainnya yang mana otak anda dalam kondisi santai.
  3. Tetha. Kondisi yang lebih dalam lagi, persiapan menuju tidur.
  4. Delta. Pikiran istirahat, anda sudah tertidur.
TUHAN BENAR-BENAR INGIN KITA MENENANGKAN DIRI.
Makanya saat teduh dianjurkan untuk dilakukan dipagi hari. Namanya juga saat teduh, mesti teduh dan tenang . Mana ada saat teduh dilakukan siang hari, kalau adapun pada gereja tertentu sebelum ibadah dimulai WL meminta jemaat untuk 2 atau 3 menit saat teduh sebelum ibadah dimulai, merenungkan kebaikan Tuhan.
Meditasi sebenarnya sangat baik, apalagi meditasi yang dipimpin oleh hamba Tuhan. Meditasi rohani terbukti telah membantu banyak anak Tuhan sebagai berikut :
  • Anak Tuhan yang memiliki trauma masa lalu, yang sangat mempengaruhi hidup saat ini.
  • Anak Tuhan yang memiliki penyakit kronis seperti jantung, ginjal, migraine, tekanan darah tinggi, gatal-gatal dikulit, sakit kepala dan lain-lain.
  • Anak Tuhan yang memiliki sakit hati, kepahitan, luka batin, dan lain-lain
  • Memiliki kecenderungan hyperseks (kebiasaan buruk seperti onani dan masturbasi)
  • Anak Tuhan yang malas, tidak berani mencoba, selalu gagal
  • Anak Tuhan yang memiliki phobia-phobia seperti takut kepada ketinggian, takut dengan ayam, ular, dan binatang lain, takut pada tempat gelap, dan lain-lain.
Masih banyak lagi hal-hal negatif lainnya yang dapat sembuh hanya dengan satu kali meditasi. LHO KOK BISA? Ketika pikiran tenang, terdapat keseimbangan didalam tubuh, keseimbangan ini yang akan secara alamiah memulihkan banyak hal yang sifatnya adalah hal-hal kejiwaan. Sebagai contoh..orang yang selalu merasa grogi, malu, takut berbicara didepan umum..hal-hal tersebut selalu ada latar belakangnya..tidak pernah muncul dengan sendirinya tanpa sebab. Orang-orang yang waktu berbicara selalu menyelipkan "e", juga adalah masalah kejiwaan.

  1. Yesaya 30:15 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Tetapi kamu enggan
  2. Mazmur 55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
  3. Mazmur 62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.
  4. Mazmur 116:7 Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu.
  5. Pengkhotbah 4:6 Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.
  6. Ayub 3:26 Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku tidak mendapat istirahat, tetapi kegelisahanlah yang timbul."
  7. Yesaya 32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
  8. Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
  9. I Tesalonika 4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
  10. Yakobus 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.
  11. I Petrus 4:7 Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.
  12. II Tesalonika 3:12 Orang-orang yang demikian kami peringati dan nasihati dalam Tuhan Yesus Kristus, supaya mereka tetap tenang melakukan pekerjaannya dan dengan demikian makan makanannya sendiri.